Welcome to our Official Website

Paguyuban Jebeng Thulik merupakan wadah bagi generasi muda Banyuwangi dalam membantu peran pemkab Banyuwangi dalam mempromosikan Banyuwangi.

#WisataBanyuwangi: Pantai Plengkung

Plengkung atau yang dikenal oleh wisatawan mancanegara dengan nama G-Land merupakan surga bagi para peselancar profesional dari dalam negeri ataupun mancanegara. Huruf G berasal dari kata Grajagan, nama dari sebuah teluk yang memiliki ombak yang besar. G-Land dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang masih alami. Bulan Mei sampai Oktober adalah bulan terbaik untuk surfing. G-Land menawarkan olahraga surfing yang paling digemari oleh para pesurfer dan disarankan hanya untuk para pesurfer profesional karena ombaknya yang dapat mencapai 5 meter.
Kebanyakan dari para peselancar berangkat dari Bali, melalui Banyuwangi langsung ke G-Land atau ke Grajagan, kemudian menyewa boat ke pantai Plengkung. Untuk menginap tersedia Cottage dan Jungle camp dekat pantai bagi para pengunjung.

Bagaimana Mencapai Pantai Plengkung atau G-Land?
Pantai Plengkung terletak di pantai selatan Banyuwangi, ujung timur Jawa Timur. Para pengunjung dapat mencapai Pantai ini dengan dua jalur; darat maupun darat dan laut.
Lewat Darat : Banyuwangi-Kalipahit (59 Km) naik Bus, Kalipahit-Pasaranyar (3 Km) dengan ojek atau menyewa mobil, Pasaranyar Trianggulasi-Pancur (15 Km), Pancur-Plengkung (9 Km) dengan Mobil Khusus.
Lewat Darat-Laut : Banyuwangi-Benculuk (35 Km) naik Bus atau kendaraan umum lainnya, Benculuk-Grajagan (18 Km) dan Grajagan Plengkung dengan Speet Boat.
Kedua jalur menuju Plengkung tersebut semuanya tidak ada masalah. Jika pengunjung memilih melalui Grajagan penginapan di pantai Grajagan tersedia, dan para pengunjung bisa menikmati keindahan pantai Grajagan sebelum berangkat ke pantai Plengkung.
Fakta tentang Pantai Plengkung:
1.     Salah satu pantai yang menjadi Prioritas Wisata di Banyuwangi yang masuk dalam Segi tiga Berlian.
2.     Pada bulan Juli – November, memiliki ombak tertinggi nomor dua setelah hawai yang di gunakan oleh para wisatawan asing untuk surfing.
3.     Plengkung dikenal juga dengan G-Land karena bibir pantai berbentuk huruf G.
4.     Terdapat beberapa fasilitas yang masih alamai yang disediakan untuk wisatawan seperti hotel dan restaurant.
5.     Terletak di ujung selatan Kabupaten Banyuwangi yang melewati beberapa Pantai Indah; termasuk Grajagan.

Follow Twitter / Instagram PJT : JebengthulikBWI
Facebook : www.facebook.com/pages/Paguyuban-Duta-Wisata-Jebeng-Thulik-Banyuwangi
Description: #WisataBanyuwangi: Pantai Plengkung Rating: 4.5 Reviewer: Jebeng Thulik - ItemReviewed: #WisataBanyuwangi: Pantai Plengkung

#SeputarBanyuwangi: Festival Tumpeng Sewu


Selepas magrib, seluruh warga Desa Kemiren duduk di sepanjang jalan desa. Mereka berkumpul dengan keluarga dan kerabat masing-masing. Di tengah-tengah mereka, sajian tumpeng pecel pithik dan berbagai sayuran hasil pertanian desa menjadi santapan wajib.
Dari arah timur, arak-arakkan barong diiringi tabuhan gamelan bertalu-talu. Bunyi kuntulan yang datang dari barat juga begitu riuh. Dua kesenian khas desa setempat itu kemudian bertemu di depan masjid desa, berkolaborasi menghasilkan musik tradisional yang begitu indah.
Ketika bunyi petasan mulai menggelar, beberapa pemuda desa mulai menyalakan obor dari bambu yang ditancapkan di sepanjang jalan. Inilah pertanda waktu makan bersama telah tiba.

Sekilas tentang Tumpeng Sewu
Tumpeng sewu artinya tumpeng yang berjumlah seribu. Disebut demikian karena biasanya setiap kepala keluarga mengeluarkan tumpeng minimal satu. Di desa yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Kota Banyuwangi itu dihuni 1.025 kepala keluarga.
Tumpeng pecel pithik memang menjadi kuliner khas desa Using itu. Pecel pithik terbuat dari ayam kampung yang dibakar, kemudian dicampur dengan parutan kelapa yang lebih dulu diberi bumbu. Saat saya ikut menyantap pecel pithik dengan nasi hangat, rasa gurih masakan tradisional itu cukup menggoyang lidah.
Tradisi tersebut dilaksanakan supaya Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menghindarkan desa dari segala musibah.
 
Kang Pur, Pemangku Adat desa Kemiren
Sebelum Puncak Tumpeng Sewu, berbagai macam kegiatan mengisi tradisi ini. Dimulai pada pukul 08.00 WIB, seluruh warga menjemur tempat tidurnya (kasur) “Mepe Kasur” berjajar di tepi jalan desa. Uniknya, ratusan kasur itu berwarna sama, yakni hitam-merah.
Kasur yang dijemur pun beraneka macam usianya, bahkan ada yang berusia lebih dari setengah abad. Kasur hitam-merah merupakan tradisi orang tua di Kemiren yang di lakukan ketika ada anak perempuannya menikah. Warna hitam-merah pada kasur warga Kemiren ini memiliki makna mendalam. Merah berarti simbol semangat dan hitam adalah simbol kelanggengan. Dengan tidur di kasur itu, diharapkan rumah tangga si pengantin menjadi langgeng.
Ketika kasur-kasur selesai dijemur pada sore hari, warga kemudian menuju makam Buyut Cili, seseorang yang mereka anggap sebagai penghuni desa pertama kali. Di makam itu, warga menggelar syukuran sambil memanjatkan doa-doa.
Setelah dari makam, ratusan warga menggelar arak-arakkan barong berkeliling kampung. Barong Kemiren mirip dengan Barong Bali, namun bentuknya lebih kecil. Selain menjadi kesenian khas, barong cukup disakralkan warga setempat dan menjadi simbol utama dalam setiap upacara adat.
Tradisi Tumpeng Sewu dilaksanakan setiap pekan pertama dalam bulan Syuro atau Dzulhijjah pada hari Kamis atau Minggu. Kedua hari ini dianggap sebagai hari baik bagi warga Kemiren dalam melaksanakan semua tradisi.  
Bila pada bulan Dzulhijjah warga Kemiren menggelar Tumpeng Sewu, pada bulan Syawal, tepatnya hari kedua Lebaran, warga juga melaksanakan tradisi Barong Idher Bumi. Dalam tradisi ini, barong juga menjadi simbol utama desa yang diarak keliling kemudian berakhir pula dengan makan bersama tumpeng pecel pithik.





Source:
Tempo.co
PJT Banyuwangi
Follow Twitter / Intagram PJT : @JebengthulikBWI
Facebook : www.facebook.com/pages/Paguyuban-Duta-Wisata-Jebeng-Thulik-Banyuwangi
Description: #SeputarBanyuwangi: Festival Tumpeng Sewu Rating: 4.5 Reviewer: Jebeng Thulik - ItemReviewed: #SeputarBanyuwangi: Festival Tumpeng Sewu

#WisataBanyuwangi: Situs Budaya Ananthaboga

Banyak media sudah mengulas tentang berbagai obyek-obyek wisata  terkenal di Banyuwangi. Banyuwangi merupakan mutiara tersembunyi “Sunrise of Java” dengan berbagai keragaman Wisata Alami yang masih natural maupun wisata Budaya yang tercipta oleh keragaman Suku dan Budaya masyarakatnya.
Di ketinggian 400 mt Dpl lereng Gunung Raung Banyuwangi terdapat sebuah Pura kecil yang menyimpan keindahan alam dengan sumber mata air mineral tinggi yang oleh masyarakat sekitar biasa disebut Pancur Sewu.
Disana Anda dapat menjumpai Situs Budaya Ananthaboga yang merupakan pura & petirtan  yang menjadi salah satu dari situs Rsi Markandeya yang terbentang dari Gumuk Payung – Anthaboga – Gumuk Kancil.
Secara etimologi, Anathaboga berarti makanan yang tidak akan habis. Sementara  dalam mitologi Bali, Antaboga atau Anataboga atau anantaboga adalah seekor ular raksasa di mitologi Bali. Berdasarkan Wikipedia, diceritakan pada awal penciptaan dunia, suatu saat Anataboga bermeditasi dan kemudian menjadi seekor penyu bernawa Bedawang.
Adapun yang terdapat dalam Situs Budaya Ananthaboga antara lain: 1. Padmasana 2. Petirtan 3. Pelinggih Dewi Gangga 4. Pelinggih Siwa Budha 5. Campuhan Tiga 6. Tirta Mumbul 7. Gumuk Ganesha 8. Gumuk Lingga Yoni 9. Gumuk Bedawang & Tempat Semedi.


Disamping suguhan pemandangan alam yang luar biasa dengan nuansa Pura sehingga serasa berada di Bali, di wilayah Ananthaboga juga terdapat sebuah goa kecil nan asri, sejuk dan  view luar biasa semacam taman buatan di Jepang. Letak goa ini hanya sekitar 1km dari Pura Anantaboga. Pihak pengelola Anantaboga sudah memperbaiki berbagai infrastruktur jalan sehingga mudah untuk dijangkau oleh wisatawan utamanya Pemeluk Hindu yang hendak melakukan ritual.
Ananthaboga terletak di wilayah Desa Sumber Gondo, sebelah utara kota Genteng (sekitar 1,5 jam perjalanan dari Banyuwangi kota). Disamping Situs Budaya, di daerah tersebut juga terdapat sebuah Kolam Pemandian Terkenal Umbul Pule. Tempat Liburan keluarga ini sangat cocok dimasukkan kedalam rangkaian tour wisata karena berada dalam satu kawasan yang berdekatan.

Bagaimana cara mencapai situs Anthaboga?
Dari Kecamatan genteng jaraknya sekitar 6 km kearah barat (Glenmore), setelah menemukan papan petunjuk belok kanan (ke utara) hingga melintasi rel kereta api. Lalu Anda bisa lurus sejauh 6 km sampai di Sekretariat Anthaboga “Pura Sandya Dharma” Dusun Selorejo.

Fakta:
1.      Luas 30.000 mt2 / 300 are
2.     Terletak diperbatasan Dusun Selorejo, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng
3.     Ada 9 situs di area Ananthaboga
4.     Terletak di Lereng Gunung Raung
5.     Biasanya pada hari besar, Ribuan Umat Hindu menjadikannya sebagai tempat ibadah.
 


Source:
Banyuwangiapik.com
kharismanusantara.com
Follow Twitter / Intagram PJT : @JebengthulikBWI
Facebook : www.facebook.com/pages/Paguyuban-Duta-Wisata-Jebeng-Thulik-Banyuwangi

Description: #WisataBanyuwangi: Situs Budaya Ananthaboga Rating: 4.5 Reviewer: Jebeng Thulik - ItemReviewed: #WisataBanyuwangi: Situs Budaya Ananthaboga

TESTIMONI: Citra Bunga Edelweis #JT2011

Salah satu hal penting dalam hidup ini adalah bermimpi. Bukan mimpi yang tidak tidak, tapi berupa visi untuk diraih di masa akan datang. Lalu setelah memiliki visi terbaik, lakukanlah usaha terbaikmu. Lakukan aksi terbaikmu untuk menjalankan visi yang ada di depan mata. Tentu, hidup adalah proses panjang. Setelah bermimpi dan berusaha yang terbaik tentu hasilnya adalah hasil yang sangat luar biasa. Hal tadi saya lakukan dalam kehidupan saya. Mimpi saya tidak muluk muluk, ingin menjadi pribadi yang tidak merugi. Harus lebih baik dari hari kemarin.
Ketika saya melihat adanya Pemilihan Jebeng Thulik Banyuwangi tahun 2011, saya merasa, inilah cara saya untuk menjadi orang yang lebih berguna di masyarakat, membuka wawasan yang luas dan menjadi pribadi lebih baik. Tentu menjadi bagian Jebeng Thulik Banyuwangi tidak mudah. Tidak hanya fisik yang rupawan, mental yang kuat, tapi harus memiliki pengetahuan yang luas serta pandai dalam berkomunikasi. Berbekal tekad yang kuat, akhirnya saya berhasil menjadi 10 besar Jebeng Thulik 2011. Saya berupaya sekuat tenaga untuk menjadi bagian dari Jebeng Thulik Banyuwangi 2011 saat itu. Bahkan saya harus meninggalkan kesempatan untuk belajar ke Singapore selama sebulan demi terus mengikuti karantina Jebeng Thulik 2011. Perjuangan itu berakhir indah, sehingga saya dapat menjadi Harapan 2 Jebeng Banyuwangi 2011 dan menjadi peserta termuda yang masuk 5 besar saat itu.
Saat ini saya resmi menjadi Mahasiswi Internasional Jurusan Konservasi Tanaman, Fakultas Pertanian, Selçuk Üniversitesi, Konya - Turki. Saya bisa mendapatkan beasiswa penuh dari Pemerintah Turki, tentu hal itu tidak lepas dari semua pengalaman yang saya dapat dari Jebeng Thulik Banyuwangi. Saya diajarkan untuk memiliki mental yang kuat, perilaku yang santun, berkomunikasi yang baik dan berbudaya. Saya berterimakasih akan hal itu. Teman teman, jadilah pribadi yang tidak berambisi dan melakukan segala cara untuk mencapai satu tujuan, tapi cukup lakukanlah hal yang terbaik yang kamu bisa untuk meraihnya. Jadilah bagian dari Jebeng Thulik Banyuwangi, pemuda pemudi yang santun, cerdas, berjiwa kompeten dan berbudaya!


Turky, 9 September 2014

Citra Bunga Edelweis
Harapan 2 Jebeng Banyuwangi 2011
Description: TESTIMONI: Citra Bunga Edelweis #JT2011 Rating: 4.5 Reviewer: Jebeng Thulik - ItemReviewed: TESTIMONI: Citra Bunga Edelweis #JT2011

PJT hadiri Pemilihan Kang Yuk Kota Probolinggo 2014


Probolinggo, Jawa Timur – Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kang Yuk Kota Probolinggo 2014 digelar, Sabtu (6/9/2014) malam, di Gedung Serbaguna Widya Hardja.
Kegiatan bertemakan “Everyone is Ambassador” dibuka dengan penampilan menarik dari beberapa pengisi acara yang disambut antusias dari ratusan pendukung 20 pasang finalis yang memadati area Gedung Serbaguna.
Dalam malam final tersebut, turut hadir beberapa tamu daerah dari Jebeng Thulik Banyuwangi, Kakang Mbakyu Malang, Gus Yuk Mojokerto, Cak Ning Surabaya, Kakang Ayu Kabupaten Probolinggo, dan Raka Raki Jawa Timur yang tutrut menyaksikan terpilihnya duta wisata kota Probolinggo 2014.
Setelah melalui beberapa penilaian, inilah hasil akhir Pemilihan Kang Yuk Kota Probolinggo 2014:

Kang Tanto Iswantono (03)
Kang Yuk
Kota Probolinggo 2014
Yuk Devita (08)
Kang Ishak (07)
Wakil I Kang Yuk
Kota Probolinggo 2014
Yuk Siska (12)
Kang Satria (13)
Wakil II Kang Yuk
Kota Probolinggo 2014
Yuk Kirana (04)
Kang Naufal (17)
Favorit Kang Yuk
Kota Probolinggo 2014
Yuk Jusinta (02)
Kang Fandi (05)
Persahabatan
Kota Probolinggo 2014
Yuk Alexandra (20)

Selamat & Sukses untuk Kang Yuk Management, mari bersama-sama kita majukan pariwisata Jawa Timur!






Sources:
Thulik Dede & Jebeng Citra & Adwindo
Follow Twitter / Instagram: @JebengthulikBWI
Facebook : www.facebook.com/pages/Paguyuban-Duta-Wisata-Jebeng-Thulik-Banyuwangi
Description: PJT hadiri Pemilihan Kang Yuk Kota Probolinggo 2014 Rating: 4.5 Reviewer: Jebeng Thulik - ItemReviewed: PJT hadiri Pemilihan Kang Yuk Kota Probolinggo 2014