Welcome to our Official Website

Paguyuban Jebeng Thulik merupakan wadah bagi generasi muda Banyuwangi dalam membantu peran pemkab Banyuwangi dalam mempromosikan Banyuwangi.

#SeputarBanyuwangi : "MOTIF BATIK KANGKUNG SETINGKES”

Perjalanan  sejarah batik Banyuwangi berkaitan erat  dengan peradaban  dan interaksi dengan lingkungan, baik flora maupun fauna yang terkandung di bumi Blambangan. Salah satu motif batik tersebut  adalah motif batik Kangkung Setingkes. 
Motif batik kangkung setingkes merupakan salah satu motif batik yang dikagumi oleh sebagian masyarakat seperti halnya Motif Batik Gajah Oling yang telah membudaya  dan merupakan kebanggaan  masyarakat  Banyuwangi. Batik Kangkung Setingkes merupakan 1 dari 21 motif batik Banyuwangi yang diakui secara nasional.
Setiap motif batik khas Banyuwangi mempunyai filosofi tersendiri. Kangkung Setingkes motif batik yang bergambar sayuran kangkung yang diikat dalam sebuah tali memiliki makna  pentingnya sebuah kerukunan dalam hidup berumah tangga.
Tumbuhan kangkung  sebagai inspiratif dari motif batik  kangkung setingkes,  dikarenakan tumbuhan  kangkung banyak tumbuh berkembang dengan subur disekeliling kita dan banyak digemari oleh  masyarakat  mengingat harga yang murah, rasa yang enak, dan sangat bermanfaat untuk kesehatan.
Berdasarkan uraian diatas dapat motif batik kangkung setingkes mempunyai  filosofi bahwa kita senantiasa mengutamakan dan menumbuhsuburkan kerukunan dan kesatuan untuk membangun Banyuwangi yang lebih baik.
Dan nantinya motif batik "Kangkung Setingkes” ini akan menjadi tema pada Banyuwangi Batik Festival (BBF) tahun 2014.





Source:
Batik Banyuwangi
Infobanyuwangi.com
Description: #SeputarBanyuwangi : "MOTIF BATIK KANGKUNG SETINGKES” Rating: 4.5 Reviewer: Jebeng Thulik - ItemReviewed: #SeputarBanyuwangi : "MOTIF BATIK KANGKUNG SETINGKES”

#SosokMingguIni : Temuk Misti, Maestro Gandrung Banyuwangi


Bagi penggiat Budaya, nama Temuk Misti sudah tidak asing, khususnya di Kabupaten Banyuwangi. Perempuan bertinggi 165 cm ini menari dan menembang dari malam hingga pagi seperti tak mengenal lelah. Kini, meski sudah tak lagi muda, ia tetap menari.
Kecintaan Temuk terhadap kesenian Banyuwangi, khususnya Tari Gandrung tidak perlu diragukan. Demi terus menjaga Budaya Banyuwangi dan terus berusaha melakukan regenerasi, Temuk masih bersemangat melatih anak-anak muda menari Gandrung. 
Mbok Temuk saat menerima cinderamata
Bersama kelompok kesenian Gandrung, Sopo Ngiro yang dia rintis sejak 1980, Temu menari dari satu tanggapan ke tanggapan lainnya. Dia mempertahankan pakem gandrung ditengah bermunculannya penari gandrung lain yang identik sebagai hiburan para pemabuk.
Mbok Temu terus berkomitmen untuk tidak surut dari dunia gandrung. Ia sudah bertekad tidak akan mundur sebelum memiliki pengganti. Untuk mencetak generasi, tahun 1995 ia mencoba melatih 10 anak gadis di desanya. Tapi seluruhnya gagal. Menurut Temu, sangat sulit mencari pengganti yang mau menari karena benar-benar mencintai gandrung.
Source: www.banyuwangi.us
Hak yang unik adalah, Selain kemampuan menari, Temu dianugerahi suara emas yang tidak dimiliki gandrung lain. Melengking tinggi dengan cengkok using khas. Selain menari, ia biasa menjadi sinden gandrung dalam setiap pagelaran. Ia juga satu-satunya yang mampu mengkolaborasikan suara gending gandrung dengan lagu Banyuwangi modern. Para peneliti, menyebut suara gandrung Temu, adalah sebuah eksotisme timur.
Berkat dedikasinya yang tinggi, Temuk Misti telah menerima berbagai penghargaan baik dari instansi maupun golongan. Terakhir, ia menerima penghargaan "Kartini Indi Women" Award 2013 (Radar Banyuwangi, 02 Mei 2013).

Source: kanal3.wordpress.com
 Sekilas tentang GANDRUNG Banyuwangi
Gandrung merupakan salah satu kesenian khas dari Banyuwangi yang mempunyai satu sisi seperti tarian Tayub yang terkenal di Jawa Tengah. Ada beberapa penari perempuan dengan pakaian khas yang akan menari dan menyanyi diringi dengan 5 sampai 7 penabuh gending laki-laki. Mereka juga akan menari bersama-sama para tamu dan juga ada tradisi “nyawer” di antarapenari Gandrung dan para tamu. Gandrung biasanya tampil di hajatan seperti sunatan dan perkawinan. Biasanya dimulai jam 9 malam hingga menjelang Shubuh.
Di awal kemunculannya, sekitar tahun 1900-an, penari gandrung adalah laki-laki. Gandrung dengan gending-gendingnya, dimainkan sebagai bentuk perlawanan masyarakat Banyuwangi terhadap kolonialisme bangsa barat. Gandrung dengan penari perempuan baru muncul pada 1895, setelah Islam masuk dan melarang laki-laki menjadi penari.
Setelah Indonesia merdeka, gandrung berubah fungsi. Dari semula sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajah, gandrung menjadi hiburan. Tahun 1990-an, pementasan gandrung diidentikkan dengan para pemabuk karena selalu tersedia minuman keras. Sorotan miring terhadap gandrung mulai merebak. Gandrung mulai terpinggirkan.

Source: www.tamanismailmarzuki.co.id
Seputar Temuk Misti

Nama Lengkap
:
Temuk Misti
Lahir
:
Dusun Kedaleman, Desa Kemiren – Banyuwangi, 20 April 1953
Profesi
:
Penari
Orang Tua
:
Mustari dan Supiah
Fakta tentang Temuk
:
a.   Telah memiliki ratusan murid yang telah dilatih.
b.  Menari sejak usia 15 tahun.
c.   Pementasan pertama ia lakukan di Dusun Gedok.
d.  Penyuka Kopi.
e.  Mulai masuk dapur rekaman sekitar tahun 1970-an. Album pertamanya senilai sekitar Rp 75.
f.    Masih aktif menyanyi.

Source: http://adiw.blogdetik.com
 Sources:
IKA NINGTYAS
Radar Banyuwangi
Description: #SosokMingguIni : Temuk Misti, Maestro Gandrung Banyuwangi Rating: 4.5 Reviewer: Jebeng Thulik - ItemReviewed: #SosokMingguIni : Temuk Misti, Maestro Gandrung Banyuwangi

JOV: Wisata Teluk Hijau yang masih alami bersama PJT

Kepenatan selama seminggu menghadapi tugas kantor atau sekolah yang menumpuk akan terasa hilang seketika jika berlibur ke sebuah tempat yang belum pernah Anda kunjungi atau ingin mengunjungi kembali Objek wisata yang ada di Kabupaten di ujung timur pulau jawa ini. JOV (JeTe On Vacation) mengajak Anda untuk berlibur bersama ke salah satu Objek wisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi bersama Thulik Andi, Thulik Hardian, dan Thulik Hendra Febri. Pernah mengunjungi Teluk Hijau? Atau baru mendengar Objek wisata ini?
Sudah diakui masyarakat secara luas, bahwa Banyuwangi merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Timur yang emmilki pesona wisata yang sangat luar biasa. Teluk hijau merupakan salah satu rekomendasi ODTW di JOV kali ini, dimana Teluk Hijau merpakan tempat wisata yang ada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, berada 2 KM dari pintu masuk TNMB.
“untuk menuju ke Teluk Hijau, bisa di akses melalui Jajag, Purwoharjo atau Muncar, tapi secara letak geografis wisata ini masuk wilayah Pesanggaran”. Ujar Thulik Hendra saat berbagi ceritanya.
Lokasi Teluk Hijau sendiri sangatlah mudah dijangkau untuk wisatawan, dengan menggunakan Transportasi pribadi atau menyewa transportasi milik warga.
“Bagi wisatawan yang menyukai tantangan, bisa mengunjungi Teluk Hijau, karena rutenya sangat menantang berupa hutan yang masih alami. Dan hanya menempuh 45 menit dari lokasi Rajegwesi.” Tambah Thulik berkulit hitam manis ini.
Wisatawan tidak hanya bisa menikmati pesona alami pantai Teluk Hijau, namun bisa juga menikmati sejuknya dan nikmatnya udara di pantai Rajegwesi Banyuwangi.
“Wisatawan bisa menikmati pemandangan pantai dengan ombak khas pantai selatan dan tebing-tebing yang luar biasa.” Sambung Thulik Hendra yang di amini Thulik Andi.
“Lokasi wisata ini masih alami, dan dipinggir pantai terdapat air terjun yang indah, sangat cocok untuk berfoto.” Tambah Thulik Hardian.
Usai mengunjungi Teluk Hijau, ada beberapa informasi yang harus wisatawan ketahui apabila ingin berkunjung ke Teluk Hijau, antara lain;
1.      Biaya masuk IDR. 1.250,- untuk pelajar, dan IDR. 2.500,- untuk umum/mahasiswa. Serta tambahan biasya parkir sebesar IDR. 3.000,-
2.     Wisatawan bisa membawa bekal dari rumah, atau bisa membeli bekal makanan / minuman yang telah disedikan di  pantai Rajegwesi (karena di Teluk Hijau tidak ada pedagang)
3.     Wisatawan bisa mengamankan transportasi di daerah pantai rajegwesi / di perumahan warga yang ada di rajegwesi. Karena di Teluk Hijau tidak ada petugas parkir. Lalu berjalan menuju Teluk Hijau dengan menempuh perjalanan 1 KM.
4.     Toilet. Area teluk hijau tidak tersedia toilet, hanya terpusat di rajegwesi maka dari itu jangan terlalu banyak makan sebelum berwisata.
5.     Aman. Teluk hijau sangat aman dari tindakan-tindakan kejahatan, namun wisatawan harus tetap waspada dan tidak berbuat hal yang merugikan diri sendiri dan atau lingkungan. Keep Positive!! Dan berkomunikasi dengan masyarakat sekitar apabila ingin berkunjung atau berkemah di rajegwesi.
6.    Bawa Kamera. Berwisata tidak seru jika tidak didokumentasikan, keindahan wisata Teluk Hijau harus di bagi kepada masyarakat dunia. Dan jangan lupa di share di twitter / FB PJT.hehehe

Teluk Hijau merupakan pantai yang masih alami dan belum banyak dikunjungi wisatawan, namun pesona Teluk Hijau tidak kalah menarik dengan Objek wisata di daerah lain. Oleh karena itu, wisatawan harus tetap menjaga ekosistem di Teluk Hijau agar tetap alami dan tidak melakukan tindakan yang merusak ekosistem Taman Nasional maupun Teluk Hijau sendiri.
Nah!! Masih berfikir mahalkah untuk menikmati eksotisme Banyuwangi? Segera berwisata ke Banyuwangi! Surga Wisata dan Budaya!!! Banyuwangi The Sunrise of Java!!  Nikmati Liburan dan kunjungan Wisata lain ala PJT Banyuwangi selanjutnya di JOV!
Salam Pariwisata! Selamat berlibur...










Script and Photos by:
PJT All Stars
(Thulik Andi, Thulik Hendra, Thulik Hardian)
Follow Twitter PJT : @JebengthulikBWI
Facebook : www.facebook.com/pages/Paguyuban-Duta-Wisata-Jebeng-Thulik-Banyuwangi
Description: JOV: Wisata Teluk Hijau yang masih alami bersama PJT Rating: 4.5 Reviewer: Jebeng Thulik - ItemReviewed: JOV: Wisata Teluk Hijau yang masih alami bersama PJT

JOV: Berlibur ke Watudodol ala #JT2011

Berlibur ke Banyuwangi tidaklah harus mengeluarkan banyak uang, hanya butuh waktu yang panjang (dalam artian harus siap-siap banyak waktu) untuk menikmati ratusan pesona Wisata yang ada di kabupaten Banyuwangi. Satu Rekomendasi tempat wisata yang akan di berikan oleh PJT Banyuwangi Angaktan 2011 adalah Pantai Watudodol.

Liburan singkat ala PJT di JeTe On Vacation (JOV) oleh Thulik Yofi, Al, Dimas, Geovanie, Nizar, Tegar, dan Jebeng Citra dan Virna bisa Anda jadikan patokan untuk Anda yang ingin menikmati pesona Watudodol bersama Sahabat, Keluarga atau Pasangan Anda.
Bila Anda hendak berlibur ke Bali melalui jalur utara Pulau Jawa, sebelum tiba di Banyuwangi Anda akan melewati Pesona Pantai Watudodol. Letaknya di pinggir pantai, ditandai dengan patung Gandrung yang merupakan Icon dari Banyuwangi, Jawa Timur.
Di Wisata Pantai Watu Dodol, Pengunjung akan menikmati banyak sekali keindahan yang akan memanjakan waktu berlibur Anda. Selain patung Gandrung dan pantainya yang indah, pulau Bali bisa Anda nikmati dari sini. Anda bisa melihat feri menyeberang dari pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk. Simak Komentar PJT mengenai eksotisme salah satu pantai yang ada di Banyuwangi (Watudodol) ini:
“Watudodol itu sangat menarik, Pantainya terjaga ke-alamiannya plus Airnya sangat jernih dengan batu-batuan karang yang indah, It’s Amazing” Ujar Thulik Nizar.
“Watudodol ini unik banget, sangat Cocok Untuk Wisata Keluarga. Disini menawarkan banyak wahana yang bisa kita sewa. Pantainya juga sangat bersih ditambah suasana yang sangat Nyaman. Selain itu juga ada tempat rehat sambil menikmati sejuknya udara pantai selamat datang ini.” Tambah Thulik Dimas.
“Tidak hanya itu, pantainya sangat eksotis dan memiliki pemandangan laut yang sangat Indah dengan ditambah perahu yang hilir mudik. Ada patung Gandrung yang siap menyambut para wisatawan untuk menikmati pesona Banyuwangi. Nikmati jernihnya Air dan indahnya Ombak khas Watudodol Banyuwangi” Ujar Thulik Yofie.
“Rasanya waktu satu hari saja belum cukup untuk menikmati suasana Watudodol. Untuk wisatawan yang ingin berkeliling disekitar pantai, bisa menggunakan jasa Perahu dengan harga Rp. 5,000,- per orang saja lo. Tapi kalau mau berkeliling sampai sebrang pantai Cuma Rp. 350 ribu / perahu nya.” Ujar Jebeng Virna.
“Jangan salah, kalau mau bersantai-santai, ada beberapa kedai yang murah meriah. Menikmati Es kelapa Muda seperti yang kami lakukan juga bisa,” Tambah Jebeng Citra.
"Buat yang suka ambil gambar, narsis, View dari pantai Watudodol yang sangat tepat." Tutup Thulik Tegar yang di amini Thulik Al & Geovanie.
Nah!! Masih berfikir mahalkah untuk menikmati eksotisme Banyuwangi? Segera berwisata ke Banyuwangi! Surga Wisata dan Budaya!!! Banyuwangi The Sunrise of Java!!  Nikmati Liburan dan kunjungan Wisata lain ala PJT Banyuwangi!



Script and Photos by:
PJT All Stars
(Thulik Yofi, Al, Dimas, Geovanie, Nizar, Tegar, dan Jebeng Citra dan Virna)
Follow Twitter PJT : @JebengthulikBWI
Facebook : www.facebook.com/pages/Paguyuban-Duta-Wisata-Jebeng-Thulik-Banyuwangi
Description: JOV: Berlibur ke Watudodol ala #JT2011 Rating: 4.5 Reviewer: Jebeng Thulik - ItemReviewed: JOV: Berlibur ke Watudodol ala #JT2011

JOV: Liburan murah dan menyenangkan di Taman Rekreasi Desa Wisata Using

Hari minggu ini  kegiatan off semua, kuliah juga libur. Di rumah juga gak ada kegiatan jadi boring nih. Eh tiba-tiba diajak temen main ke Desa Wisata Using (DWU) ya udahlah daripada di rumah langsung meluncur ke TKP. Kali ini giliran Saya Thulik Christ di JOV  (JeTe On Vacation) memberikan referensi dan mengajak Anda untuk berlibur dan menikmati salah satu tempat wisata yang ada di Desa Kemiren, ternyata selain memiliki budaya yang khas, Kemiren juga memiliki tempat wisata yang bisa jadi rujukan Anda untuk berlibur (terutama Wisatawan Lokal).

Taman Rekreasi Desa Wisata Using (TRDWU) atau lebih dikenal dengan Desa Wisata Using (DWU) terletak di desa Kemiren, Kecamatan Glagah, terletak antara 8 km dari kota Banyuwangi. Taman Rekreasi ini dikenal dengan kolam pemandiannya baik bagi anak-anak dan dewasa, selain itu juga terdapat tempat bermain anak, restaurant, hall terbuka, panggung kesenian dan cottage dengan gaya rumah Using untuk menginap, serta halaman parkir yang luas. Disana kita dapat menikmati segarnya air pemandian yang alami dan juga indahnya pemandangan alam berupa taman, dan pepohonan buah (durian, manggis, langsat, dll)
Pengunjung hanya perlu membayar Rp. 6.000,- (khusus hari libur) untuk masuk ke area wisata kebanggaan masyarakat Using ini.
Jadi untuk libur akhir tahun nanti atau ahir pekan bagi yang pengen berwisata, berenang, sambil mengetahui bentuk rumah Osing khas Masyarakat Banyuwangi, atau sekedar mencari hiburan gak perlu bingung, datang aja ke Taman Rekreasi Desa Wisata Using (TRDWU)  mudah dijangkau, nyaman, dan ekonomis. 

Script and Photos by:
Thulik Chris
Follow Twitter PJT : @JebengthulikBWI
Facebook : www.facebook.com/pages/Paguyuban-Duta-Wisata-Jebeng-Thulik-Banyuwangi



Description: JOV: Liburan murah dan menyenangkan di Taman Rekreasi Desa Wisata Using Rating: 4.5 Reviewer: Jebeng Thulik - ItemReviewed: JOV: Liburan murah dan menyenangkan di Taman Rekreasi Desa Wisata Using